LATAR BELAKANG DAN SEJARAH
RIP (Routing Information Protocol) ini lahir dikarenakan RIP merupakan
bagian utama dari Protokol Routing IGP (Interior Gateway Protocol)
yang berfungsi menangani perutean dalam suatu sistem autonomous pada
jaringan TCP/IP. Sistem autonomous adalah suatu sistem jaringan
internet yang berada dalam satu kendali administrasi dan teknis.
PENGERTIAN RIP
RIP adalah protokol routing dinamik yang berbasis distance vector. RIP
menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi
routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan
perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP
membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil daripada
protokol yang lainnya.
1) ^ Merupakan protocol routing yang digunakan secara luas di Internet.
2) ^ Memanfaatkan broadcast address untuk distribusi informasi routing.
3) ^ Menentukan rute terbaik dengan “hop count” terkecil.
4) ^ Update routing dilakukan secara terus menerus.
KARAKTERISTIK RIP
a. Menggunakan algoritma distance-vector (Bellman Ford).
b. Dapat menyebabkan routing loop.
c. Diameter jaringan terbatas.
d. Lambat mengetahui perubahan jaringan.
e. Menggunakan metrik tunggal.
KETERBATASAN RIP
“ METRIC: Hop Count
RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu
hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisa
saja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
“ Hop Count Limit
RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. hal ini digunakan untuk mencegah loop pada jaringan.
“ Classful Routing Only
RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur classless routing.
CARA KERJA RIP
— Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
— Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
— Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
— Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
— Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
— Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung
IMPLEMENTASI RIP
— Semua sistem UNIX pada umumnya dilengkapi routed ( routing demon )
— Cukup jalankan perintah UNIX
# routed
— Tambahkan script untuk routed pada boot files untuk menjalankan RIP setiap kali komputer diboot
------------------------------------------------------
Routing Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protocol
standard terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah besar vendor
jaringan. Alasan untuk mengkonfigurasi OSPF dalam sebuah topologi adalah untuk
mengurangi overhead (waktu pemrosesan) routing, mempercepat convergance,serta
membatasi ketidakstabilan network disebuah area dalam suatu network.
OSPF
Message Encapsulation terjadi pada lapisan data-link dengan nomor protocol 89.
Data field ini dapat berisi salah satu dari lima tipe paket OSPF. Pada IP packet
header, alamat tujuannya mempunyai dua alamat multicast yaitu 224.0.0.5 dan
224.0.0.6 namun yang diset cukup salah satu dari alamat tersebut. Bila paket
OSPF diencapsulasi di sebuah frame Ethernet, alamat tujuan dari MAC address juga
merupakan sebuah alamat multicast, yaitu 01-00-5E-00-00-05 dan
01-00-5E-00-00-06. Semua paket OSPF mempunyai 24 byte yang berisikan informasi
yang diperlukan. Packet header ini terdiri dari berbagai bidang seperti
jenis-jenis paket OSPF, router ID serta alamat IP dari router yang mengirimkan
paket.

Ada 5 tipe paket yang digunakan OSPF,
yaitu :
*. Hello packet -> untuk menemukan serta membangun hubungan
antar tetangga router OSPF.
*. Database Description (DBD)-> untuk
mengecek singkronisasi database antar router.
*. Link-State Request (LSR)
-> meminta spesifikasi link-state records antara router satu dengan yang
lain.
*. Link-State Update (LSU) -> mengirimkan permintaan spesifikasi
link-state records.
*. Link-State Acknowledgement (LSAck) -> menerima
paket link-state.
Hello Packet
Hello Packet digunakan untuk
menemukan serta membentuk suatu hubungan tetangga antara router OSPF. Untuk
membentuk hubungan ini router OSPF akan mengirimkan paket berukuran kecil secara
berkala ke jaringan. Paket inilah yang disebut dengan Hello packet. Paket ini
juga mengadpertensikan router mana saja yang akan menjadi tetangganya. Pada
jaringan multi-access Hello Packet digunakan untuk memilih Designated Router
(DR) dan Back-up Designated Router (BDR). DR dan BDR akan menjadi pusat
komunikasi seputar informasi OSPF dalam jaringan tersebut.
Network Mask
pada format Hello packet merupakan mask dari interface jaringan dari OSPF yang
sedang berjalan. Subnet-Mask nya 0.0.0.0 (4 byte).
Hello Interval biasanya
multicast (224.0.0.5). Merupakan jumlah detik antara hello packet, biasanya 10
detik pada link point-to-point dan 30 detik pada NBMA / link
broadcast.
Options merupakan kemampuan opsional yang dimiliki
router.
RTR Prio digunakan dalam pemilihan DR dan BDR. Router dengan
nilai priority tertinggi akan menjadi DR. Router dengan nilai poriotity di
urutan kedua sebagai BDR. Secara default semua router OSPF memiliki nilai
priority 1. Dengan Range priority mulai dai 0 hingga 255. Bila prioritasnya 0
berarti router tersebut tidak memenuhi syarat dalam pemilihan DR dab BDR,
sedangkan nilai 255 menjamin sebuah router menjadi DR. Jjika dua buah router
memiliki nilai priority sama, maka yang menjadi DR dan BDR adalah router yang
memiliki nilai router ID tertinggi dalam jaringan.
Router Dead Interval
merupakan jumlah dalam hitungan detik sebelum tetangga dinyatakan down. Secara
default dead interval adalah 4 kali hello interval.
Designated Router
bertujuan untuk mengurangi jumlah flooding pada media multiaccess.
Backup
Designated Router bertujuan sebagai cadangan dari DR. Selama flooding
berlangsung, BDR tetap pasif.
Neighbor berisi ID dari setiap router
tetangga.
Database Description (DBD)
DBD digunakan
selama pertukaran database. Paket DBD pertama digunakan untuk memilih hubungan
master dan slave serta menetapkan urutan yang dipilih oleh master. Pemilihan
master dan slave berdasarkan router ID tertinggi dari salah satu router. Router
dengan router ID tertinggi akan menjadi master dan memulai sinkronisasi
database. Router yang menjadi master akan melakukan pengiriman lebih dulu ke
router slave. Peristiwa ini di istilahkan fase Exstart State. Setelah fase
Exstart State lewat, selanjutnya adalah fase Exchange. Pada fase ini kedua
router akan saling mengirimkan Database Description Packet. Bila si penerima
belum memiliki informasi yang terdapat dalam paket tersebut, maka router
pengirim akan memasuki fase Loading State. Dimana fase ini router akan
mengirimkan informasi state secara lengkap ke router tetangganya. Setelah
selesai router-router OSPF akan memiliki informasi state yang lengkap dalam
databasenya, ini disebut fase Full State.
Link-State Request
(LSR)
LSR akan dikirim jika bagian dari database hilang atau out of
date. LSR juga digunakan setelah pertukaran DBD selesai untuk meminta LSAs yang
telah terjadi selama pertukaran DBD.
Link-State Update
(LSU)
LSU mengimplementasikan flooding dari LSAs yang berisi routing dan
informasi metric. LSU dikirim sebagai tanggapan dari LSR.
Link-State
Acknowledgement (LSAck)
OSPF membutuhkan pengakuan untuk menerima
setiap LSA. Beberapa LSA dapat diakui dalam sebuah paket single link-state
acknowledgement. Paket ini dikirim sebagai jawaban dari packet update link state
serta memverifikasi bahwa paket update telah diterima dengan sukses. LSAck akan
dikirim sebagai multicast. Jika router dalam keadaan DR atau BDR maka pengakukan
dikirim ke alamat multicast router OSPF dari 224.0.0.5 sedangkan bila router
dalam keadaan tidak DR atau BDR pengakuan akan dikirim kesemua alamat multicast
router DR dari 224.0.0.6
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah
routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering
disebut sebagai proprietary protocol pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya
bisa digunakan sesama router cisco saja. Bgmn bila router cisco
digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll menggunakan
EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan sesama
router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol ini.
contoh: jaringan EIGRP
Kelebihan utama yang membedakan EIGRP dari protokol routing lainnya adalah EIGRP termasuk satu-satunya protokol routing yang menawarkan fitur backup route,
dimana jika terjadi perubahan pada network, EIGRP tidak harus melakukan
kalkulasi ulang untuk menentukan route terbaik karena bisa langsung
menggunakan backup route. Kalkulasi ulang route terbaik dilakukan jika
backup route juga mengalami kegagalan. Berikut adalah fitur-fitur yang
dimiliki EIGRP:
- Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).
- Waktu convergence yang cepat.
- Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan)
- Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan
keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial
updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika
terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down)
- Mendukung multiple protokol network
- Desain network yang flexible.
- Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga
(neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.
- Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
- Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
- Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.
- Load balancing via jalur dengan cost equal dan unequal,
yang berarti EIGRP dapat menggunakan 2 link atau lebih ke suatu network
destination dengan koneksi bandwidth (cost metric) yang berbeda, dan
melakukan load sharing pada link-link tersebut dengan beban yang sesuai
yang dimiliki oleh link masing-masing, dengan begini pemakaian bandwidth
pada setiap link menjadi lebih efektif, karena link dengan bandwidth
yang lebih kecil tetap digunakan dan dengan beban yang sepadan juga
EIGRP mengkombinasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh protokol routing link-state dan distance vector. Tetapi pada dasarnya EIGRP adalah protokol distance vector karena router-router yang menjalankan EIGRP tidak mengetahui road map/ topologi network secara menyeluruh seperti pada protokol link-state.
EIGRP mudah dikonfigurasi seperti pendahulunya (IGRP) dan dapat
diadaptasikan dengan variasi topologi network. Penambahan fitur-fitur
protokol link-state seperti neighbor discovery membuat EIGRP menjadi protokol distance vector tingkat lanjut.
EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) sebagai mesin utama yang menjalankan lingkungan EIGRP, DUAL dapat diperbandingkan dengan algoritma SPF Dijkstra pada OSPF.
EIGRP memiliki fitur-fitur utama sebagai berikut.
- Partial updates: EIGRP tidak mengirimkan update secara
periodik seperti yang dilakukan oleh RIP, tetapi EIGRP mengirimkan
update hanya jika terjadi perubahan route/metric (triggered update).
Update yang dikirimkan hanya berisi informasi tentang route yang
mengalami perubahan saja. Pengiriman pesan update ini juga hanya
ditujukan sebatas pada router-router yang membutuhkan informasi
perubahan tersebut saja. Hasilnya EIGRP menghabiskan bandwidth yang
lebih sedikit daripada IGRP. Hal ini juga membedakan EIGRP dengan
protokol link-state yang mengirimkan update kepada semua router dalam
satu area.
- Multiple network-layer protocol support: EIGRP mendukung
protokol IP, AppleTalk, dan Novell NetWare IPX dengan memanfaatkan
module-module yang tidak bergantung pada protokol tertentu.
Fitur EIGRP lain yang patut diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Koneksi dengan semua jenis data link dan topologi tanpa memerlukan konfigurasi lebih lanjut,
protokol routing lain seperti OSPF, menggunakan konfigurasi yang
berbeda untuk protokol layer 2 (Data Link) yang berbeda, misalnya Ethernet dan Frame Relay. EIGRP beroperasi dengan efektif pada lingkungan LAN dan WAN. Dukungan WAN untuk link point-to-point dan topologi nonbroadcast multiaccess (NBMA) merupakan standar EIGRP.
- Metric yang canggih: EIGRP menggunakan algoritma yang sama
dengan IGRP untuk menghitung metric tetapi menggambarkan nilai-nilai
dalam format 32-bit. EIGRP mendukung load balancing
untuk metric yang tidak seimbang (unequal), yang memungkinkan engineer
untuk mendistribusikan traffik dalam network dengan lebih baik.
- Multicast and unicast: EIGRP menggunakan multicast dan unicast sebagai ganti broadcast. Address multicast yang digunakan adalah 224.0.0.10.
Dibalik Proses dan Teknologi EIGRP
EIGRP menggunakan 4 teknologi kunci yang berkombinasi untuk membedakan EIGRP dengan protokol routing yang lainnya: neighbor discovery/recovery, reliable transport protocol (RTP), DUAL finitestate machine, dan protocol-dependent modules.
- Neighbor discovery/recovery
- Menggunakan paket hello antar neighbor.
- Reliable Transport Protocol (RTP)
- Pengiriman paket yang terjamin dan terurut kepada semua neighbor.
- DUAL finite-state machine
- Memilih jalur dengan cost paling rendah dan bebas looping untuk mencapai destination.
- Protocol-dependent module (PDM)
- EIGRP dapat mendukung IP, AppleTalk, dan Novell NetWare.
- Setiap protokol disediakan modul EIGRP tersendiri dan beroperasi tanpa saling mempengaruhi satu sama lain.
Neighbor discovery/recovery mechanism: teknologi
ini memungkinkan router untuk dapat mengenali setiap neighbor pada
network yang terhubung langsung secara dinamik. Router juga harus
mengetahui jika ada salah satu neighbor yang mengalami kegagalan dan
tidak dapat dijangkau lagi (unreachable). Proses ini dapat diwujudkan dengan pengiriman paket hello
yang kecil secara periodik. Selama router menerima paket hello dari
router neighbor, maka router akan mengasumsikan bahwa router neighbor
berfungsi dengan normal dan keduanya dapat bertukar informasi routing.
RTP: Bertanggung jawab atas
pengiriman paket-paket kepada neighbor yang terjamin dan terurut. RTP
mendukung transmisi campuran antara paket multicast dan unicast. Untuk tujuan efisiensi, hanya paket EIGRP tertentu yang dikirim menggunakan teknologi RTP.
DUAL finite state machine: mewujudkan
proses penentuan untuk semua komputasi route. DUAL melacak semua route
yang di advertise oleh setiap neighbor dan menggunakan metric untuk
menentukan jalur paling effisien dan bebas looping ke semua network
tujuan.
Protocol-dependent modules (PDM): bertanggung
jawab untuk keperluan layer network protokol-protokol tertentu. EIGRP
mendukung IP, AppleTalk, dan Novell NetWare; setiap protokol tersebut
telah disediakan module EIGRP nya masing-masing dan satu sama lain
beroperasi secara independent. Module IP-EIGRP misalnya, bertanggung
jawab untuk pengiriman dan penerimaan paket-paket EIGRP yang telah di
enkapsulasi dalam IP.
Cara Kerja EIGRP
Istilah-istilah algoritma DUAL
- Memilih jalur/route untuk mencapai suatu network dengan ongkos paling rendah, dan bebas looping.
- AD (advertised distance),
menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari neighbor, merupakan
ongkos (metric) antara router next-hop dengan network destination.
- FD (feasible distance),
menggambarkan seberapa jauh sebuah network dari router, merupakan ongkos
(metric) antara router dengan router next-hop ditambah dengan AD dari
router next-hop.
- Ongkos paling rendah = FD paling rendah.
- Successor, adalah jalur utama untuk mencapai suatu network (route terbaik), merupakan router next-hop dengan Ongkos paling rendah dan jalur bebas looping.
- Feasible Successor, adalah jalur backup dari successor (AD dari feasible successor harus lebih kecil daripada FD dari successor)
EIGRP menggunakan dan memelihara 3 jenis tabel. Tabel neighbor untuk mendaftar semua router neighbor, tabel topologi untuk mendaftar semua entri route untuk setiap network destination yang didapatkan dari setiap neighbor, dan tabel routing yang berisi jalur/route terbaik untuk mencapai ke setiap destination.
Table Neighbor

Ketika router menemukan dan menjalin hubungan adjacency (ketetanggaan) dengan neighbor baru, maka router akan menyimpan address router neighbor beserta interface yang dapat menghubungkan dengan neighbor tersebut sebagai satu entri dalam tabel neighbor. Tabel neighbor EIGRP dapat diperbandingkan dengan database adjacency yang digunakan oleh protokol routing link-state yang keduanya mempunyai tujuan yang sama: untuk melakukan komunikasi 2 arah dengan setiap neighbor yang terhubung langsung.
Ketika neighbor mengirimkan paket hello, ia akan menyertakan informasi hold time,
yakni total waktu sebuah router dianggap sebagai neighbor yang dapat
dijangkau dan operasional. Jika paket hello tidak diterima sampai hold
time berakhir, algoritma DUAL akan menginformasikan terjadinya perubahan
topologi.
Topology Table

Ketika router menemukan neighbor baru, maka router akan mengirimkan
sebuah update mengenai route-route yang ia ketahui kepada neighbor baru
tersebut dan juga sebaliknya menerima informasi yang sama dari neighbor.
Update-update ini lah yang akan membangun tabel topologi.
Tabel topologi berisi informasi semua network destination yang di
advertise oleh router neighbor. Jika neighbor meng advertise route ke
suatu network destination, maka neighbor tersebut harus menggunakan
route tersebut untuk memforward paket.
Tabel topologi di update setiap kali ada perubahan pada network yang
terhubung langsung atau pada interface atau ada pemberitahuan perubahan
pada suatu jalur dari router neighbor.
Entri pada tabel topologi untuk suatu destination dapat berstatus active atau passive. Destination akan berstatus passive jika router tidak melakukan komputasi ulang, dan berstatus active jika router masih melakukan komputasi ulang.
Jika selalu tersedia feasible successor maka destination tidak akan
pernah berada pada status active dan terhindar dari komputasi ulang.
Status yang diharapkan untuk setiap network destination adalah status
passive.
Routing table

Router akan membandingkan semua FD untuk mencapai network tertentu dan memilih jalur/route dengan FD paling rendah dan meletakkannya pada tabel routing;
jalur/route inilah yang disebut successor route. FD untuk jalur/route
yang terpilih akan menjadi metric EIGRP untuk mencapai network tersebut
dan disertakan dalam tabel routing.
Paket-Paket EIGRP
EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan menggunakan 5 jenis pesan (message) dalam berhubungan dengan neighbornya:
- Hello: Router-Router
menggunakan paket Hello untuk menjalin hubungan neighbor. Paket-paket
dikirimkan secara multicast dan tidak membutuhkan.
- Update: Untuk mengirimkan
update informasi routing. Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan
keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan
triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi
perubahan pada network (mis: ada network yang down). Paket update berisi
informasi perubahan jalur/route. Update-update ini dapat berupa unicast
untuk router tertentu atau multicast untuk beberapa router yang
terhubung.
- Query: Untuk menanyakan
suatu route kepada tetangga. Biasanya digunakan saat setelah terjadi
kegagalan/down pada salah satu route network, dan tidak terdapat
feasible successor untuk route/jalur tersebut. router akan mengirimkan
pesan Query untuk memperoleh informasi route alternatif untuk mencapai
network tersebut, biasanya dalam bentuk multicast tapi bisa juga dalam
bentuk unicast untuk beberapa kasus tertentu.
- Reply: Respon dari pesan Query.
- ACK: Untuk memberikan acknowledgement (pengakuan/konfirmasi) atas pesan Update, Query, dan Reply.
Metric EIGRP
Protokol routing digolong-golongkan berdasarkan cara mereka memilih
jalur terbaik dan cara mereka menghitung metric suatu jalur (route). Metric adalah
suatu ukuran yang digunakan untuk menentukan nilai cost dari suatu
route menuju network tertentu. Semakin kecil metric suatu route network
semakin bagus dan akan menjadi pilihan utama dalam pemilihan route
terbaik.
EIGRP menggunakan komponen-komponen metric yang sama seperti pada IGRP:
delay, bandwidth, reliability, load, dan maximum transmission unit
(MTU).
EIGRP menggukaan gabungan metric yang sama seperti pada IGRP untuk
menentukan jalur terbaik, hanya saja metric EIGRP dikalikan 256. EIGRP
secara default hanya menggunakan 2 kriteria metric berikut:
- Bandwidth.
- Delay: total lama delay interface sepanjang jalur.
Kriteria berikut bisa dipakai, tetapi tidak direkomendasikan karena
dapat menimbulkan kalkulasi ulang yang terlalu sering pada tabel
topologi:
- Reliability.
- Loading.
- MTU.
Protokol pengiriman berkas (Bahasa inggris: File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pengiriman berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah Antarjaringan.
FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.
Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan
perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah
sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer
yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP.
Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah
modus pengiriman antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.

FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data
antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut
akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum pengiriman data dimulai.
Sebelum membuat koneksi, port TCP
nomor 21 di sisi server akan "mendengarkan" percobaan koneksi dari
sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port)
untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk
mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server
dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP
nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk
mengirim data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan
pengunduhan dan penggugahan.
FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan username dan password yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses, men-download, dan meng-upload
berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna terdaftar
memiliki akses penuh terhadap beberapa direktori, sehingga mereka dapat
membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login, yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.